Kapolres Bungo Cek Lokasi Dugaan Pekerja PETI yang Tertimbun Longsor

MUARA BUNGO – Aktivitas PETI di kawasan Bandara terus beroperasi. Bahkan dua hari lalu diinformasikan di lokasi tersebut menelan satu korban jiwa akibat tertimbun longsoran tanah.

Menindaklanjuti informasi itu, Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro langsung mendatangi lokasi. Didampingi beberapa orang anggota Polres Bungo, Guntur melihat peralatan PETI satu persatu yang berada di lokasi.

Dia menyebut jika aktivitas PETI disini harus berhenti. Apalagi jarak dengan bandara cukup dekat. “Kita minta untuk menghentikan aktivitas ini,” kata Kapolres, Kamis (30/9) siang.

Jika tidak berhenti dengan sendirinya, maka terpaksa akan ditindak tegas secara hukum. Dan dirinya memberikan deadline untuk segera keluar. “Kita berikan deadline secepatnya harus keluar,” tegasnya.

Aktivitas PETI disini sudah lama terjadi. Disini menggunakan dua metode. Pertama metode dompeng darat dengan menggali tebing, kedua Dompeng ranting.

Kejadian dugaan tertimbunnya warga Madura, Jawa Timur dilobang PETI beberapa hari lalu membuat aktivitas tambang berhenti sejenak. Sehari kemudian mereka kembali bekerja.

Namun sesaat sebelum Kapolres Bungo datang ke lokasi, aktivitas ini mendadak setop. Tidak ada satu orangpun pekerja ada di lokasi, sementara peralatan PETI masih utuh.

Kemungkinan semua pekerja terlebih dahulu diinformasikan oleh Cepu mereka jika Kapolres Bungo akan datang kelokasi alias informasi terlebih dahulu bocor.

“Nanti akan kita panggil pemilik lahan dan masyarakat yang bertanggung jawab atas lokasi ini,” imbuhnya.

Terkait dengan dugaan ada korban jiwa yang tertimbun longsoran, Kapolres mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk mencari informasi yang valid. “Tim kita tengah mencari infonya. Nanti akan tau apakah itu hanya isu atau memang ada terjadi,” pungkas Kapolres.(*)